Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

LENTERA #2

Gambar
11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …

Aku Bukan Kaktus

Gambar
Semula menawarkan kebaikan, kebijakan, keserdehanaan, ketulusan, kegilaan dan apapun itu yang bisa kusebut sebuah anugerah mengenal sosokmu. Tidak tampan tapi menawan, kasar namun masih memiliki kelembutan. Sebagian hati merestui kebersamaan saat bersamamu. Nyaman.. begitulah rasanya, sepertinya akan kembali menemukan sosok teman yang menyenangkan.

Kamu yang gila, kamu yang  egois namun menutupinya dengan senyuman manis. Bagaimanapun akan selalu ada rasa saling menghargai ketika kamu dan aku sedang menjemput mimpi.
Langit mengelap terang, mengubah wajah birunya dengan mendung yang kelam. Sore itu kita baik-baik saja, bahkan tawa kita dibawa angin seiring perjalanan. Perut bumi seolah menjadi saksi bahwa kita sahabat sejati. Saling menjaga dan memahami. Sempat kita melepas kepenatan dalam saung yang menyajikan dua piring pecel ayam.

Heii.. kamu, lelaki egois dan gila. Menyudutkan ruh ini dalam barisan kaktus. Tak pelak jalanan yang terpijak akan sangat menyakitkan sekarang. Kegilaanmu…

LENTERA

Gambar
Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…