Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

LENTERA #3

Gambar
Satu hari nyaris penuh bersamamu, kita sama-sama membuka semua tentang perasaan yang tertahan. Kerap pandangan kerinduan itu menuntun kita untuk tidak saling menjauh. Perjalanan yang romatis dengan aura gerimis dan cuaca yang cerah seolah membujuk kita tetap dalam rasa yang semakin indah ini. Tawamu, bicaramu dan matamu yang tidak pernah diam itu. Mengusik aku untuk tetap memanjakanmu, menyayangimu dan mencintaimu lebih dari sebelumnya. Yaaa.. semakin hari aku akan mencintaimu lebih dari hari kemarin. Dan kamu tahu itu. Dalam gejolak emosi atau amarahmu sekalipun, rasaku tetap melambung dan mengakar diujung lembayung.
Tidak pernah cukup! Yang selalu kita rasakan saat merajut kebersamaan. Obrolan kita masih amat menyenangkan, walau terkadang cemburu di dadaku tertumpahkan. Kamu yang selalu membuat hati yang lain kasak kusuk, hingga mereka mencuri waktu dengan memaksakan untuk ada bersamamu. Hhhhh… rasanya ingin pergi menjauh dan menghilangkanmu dari pikiranku. Aku bukan sedang cemburu b…

Tanpa Judul

Gambar
Diruang ini tidak sendiri, ada beberapa yang dalam dunianya sendiri. Sosok itu sibuk dengan teriakan dari lanang yang inginkan kepuasan. Bibirnya mengerucut, matanya mendelik, ada kerutan yang tidak biasanya di dahi yang isyaratkan kekesalan. Kini hidungnya mulai mengencang, jantungpun mulai tidak beraturan. Hmmm… pemandangan yang menyenangkan.. ^^
Tubuhnya kini bersandar disofa, keinginannya berselancar di dunia maya mengacuhkan kondisi yang ada. Dan seperti memperlakukan seorang bocah yang inginkan es krim, smartphone itupun kini dengan sukarela berpindah hati. Untung saja tertolong dengan mahluk gaib ciptaan manusia (read.laptop). Setidaknya otak ini kembali berjumpalitan dengan mengejar abjad-abjad yang bersahabat. Beberapa lagu menjadi suporter dalam menyelami setiap makna dari kalimat yang tertumpahkan disini. Mungkin, bukan kalimat yang menyemai keindahan. Bukan pula susunan kata yang menjadikan mutiara. Tapi dapat menghibur beberapa perasaan yang sempat terkubur.
Keadaanpun me…

Dear Hati

Gambar
Dear Hati... Kali ini kamu singgah dengan merusuhkan perasaan, mengeraskan yang sebelumnya lembut. Jauh dan berat. Terpikir, ketika yang hanya titik saja tidak mendinginkan suasana, apa jadinya jika menjadi sebuah lingkaran? Dan ketika rasa sayang yang kita punya tanpa batas, namun hanya sekedar untuknya, bisakah memaksakan? Tidak ada yang menjadikannya seperti semula. Dan kini, sepertinya irisan-irisan kecil itu tertoreh. Kecewanya menjauhkan dari rasa sebenarnya. Kata maaf pun seperti sudah tidak di indahkan. Hhhhh.. 
Dear Hati... Mengingat dan merindunya hari ini, adalah suatu hal yang menyiksa. Berulangkali deras ini jatuh dari kedua mata yang mengharapkan kedatangannya. Mungkin ini menjadi akhir ketika sebelumnya ada kisah yang semakin membuat rasa ini tak ingin pergi darinya..
Dan sepertinya, akan kembali kehilangan...
Dear Hati...
Andai saja, isi kepala ini hanya tentang satu hal. Tapi Allah memberi banyak hal, terkadang merasa sendiri, merasa ingin berlari, pergi jauh dari se…