DAUR ULANG SAMPAH KOTA MALANG DAN STRATEGI BISNIS LEWAT SOSIAL MEDIA

November 15, 2018
Foto Bersama Kelompok 1 Pelatihan Daur Ulang Sampah
Polemik mengenai dampak negatif sampah sudah sering menjadi wacana dibeberapa media. Untuk itu peran aktif masyarakat dan pemerintah setempat sangat diperlukan. Karena kesadaran akan hal ini masih kurang mendapat perhatian. Budaya membuang sampah sembarangan kerap terjadi dan menimbulkan efek tidak sehat untuk lingkungan sekitar.


Selasa, 13 Oktober 2018 Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) berkolaborasi dengan Indonesia Women Information Technology Awareness (IWITA) mengadakan kegiatan Advokasi Peranan Masyarakat Dalam Pengelolaan Lingkungan Melalui Pelatihan Daur Ulang Sampah di Kota Malang. Kegiatan yang digelar di Hotel Santika Premier Malang itu dijadwalkan pada jam 09.00 Wib - 16.00 Wib berlangsung lancar dan mengunduh wawasan yang sangat bermanfaat bagi seluruh peserta yang datang dari mulai para penggiat UKM, mahasiswa/i Kota Malang sampai dengan blogger.


Ibu. Niken Kiswandari
(Ass. Deputi Kesetaraan Gender KPPPA)
Bpk. Sulton M.Md




Ibu. Niken Kiswandari selaku asisten Deputi Kesetaraan Gender dari KPPPA memberikan penjelasannya bahwa perempuan di Indonesia jumlahnya separuh dari penduduk di Republik Indonesia, dan harus menjadi bagian dari pembangunan. Salah satunya melalui pelatihan Daur Ulang Sampah, perempuan dapat menjadi agen perubahan hidup dalam aspek sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. Karena di era milenial sekarang ranah publik perempuan masih tertinggal, apalagi dengan masih adanya budaya patriarki.

Acara yang dibuka oleh Bpk. Sulton M.Md dengan menyinggung persoalan sampah yang mencapai volume 664,62 Ton/hr nya di Kota Malang tentu saja menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar apabila tidak segera ditindak lanjut secara kreatif. Pada kesempatan itu pula Bapak Sulton memaparkan agar daur ulang sampah di Kota Malang dapat dikemas secara positif dengan tujuan:

1. Dapat memberdayakan semua komponen masyarakat

2. Memiliki nilai ekonomi dan peluang bisnis untuk meningkatkan pendapatan keluarga.



Salah satunya dengan program Bank sampah yang terdapat di kota Malang sehingga mengurangi volume sampah setiap harinya.


Bpk. Rahmat Hidayat
(Pendiri/pengawas Bank Sampah Kota Malang)
Selanjutnya Narasumber Bapak. Rahmat Hidayat yang saat ini menjabat sebagai pendiri/pengawas Bank Sampah Kota Malang memaparkan secara detail mengenai Kebijakan dan Implementasi Pengelolaan Sampah di kota Malang. Sbb:

A. PENGURANGAN SAMPAH TARGET 30 % BERBASIS MASYARAKAT
  1. Pembatasan Timbulan Sampah
  2. Pendaur Ulangan Sampah
  3. Pemanfaatan Sampah
B. PENANGANAN SAMPAH TARGET 70 % BERBASIS INSTITUSI
  1. Peningkatan dan pengembangan TPS di seluruh Wilayah Kota Malang
  2. Pengembangan Rumah PKD (Pilah, Kompos, Daur Ulang) pada setiap TPS (apabila lahan tersedia)
  3. Pengembangan Pusat Daur Ulang (PDU)
  4. Peningkatan dan Pengembangan Pengangkutan Sampah dari TPS ke TPST/TPA
  5. Pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di TPA
  6. Pemprosesan Sampah di TPA yang ramah lingkungan dengan sistem Sanitary Landfiil dan pemanfaatan gas Metan untuk Listrik dan Penganti Elpiji masyarakat sekitar TPA Supiturang.
Bapak Rahmat Hidayat juga mengemukakan fakta lapangan tentang sampah. Yaitu:
  • Mindset tentang sampah sebagai barang buangan sebagai sumber masalah dan pekerjaan hina
  • Perilaku sebagian Masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Saat ini Kota Malang memberlakukan Pengolahan sampah dengan TPS 3R berbasis Masyarakat. yaitu Tempat Pengolahan Sampah Organik dan An-Organik yang sumber sampahnya dari pelanggan (warga) dengan 3R (reduce, reuse dan recycle) atau pemilahan dan pemanfaatan serta daur ulang pada TPS tersebut.

Berbekal pengalaman beliau yang pernah melakukan riset tentang daur ulang sampah di Jepang, membuat materi yang disampaikan memiliki fakta bahwa Indonesia masih tertinggal jauh dalam teknologi pengembangan daur ulang sampah.

Namun saat ini Kota Malang sudah memiliki Bank Sampah sebagai usaha yang membeli jasa masyarakat yang melakukan pemilahan sampahnya dirumahnya masing masing. Sehinga dapat menghasilkan daur ulang sampah yang memiliki nilai jual, sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat yang terlibat didalamnya.

Karya Sampah Daur Ulang Kota Malang

Hasil Karya Sampah Daur Ulang Kota Malang

Pada bahasan produk dari daur ulang sampah agar dapat melahirkan produk yang menarik sehingga memikat minat konsumen harus mengedepankan 3 (tiga) poin sbb:
  1. Layak lihat
  2. Layak pakai
  3. Layak jual
Pada akhir materi beliau sampaikan bahwa mendaur ulang sampah diniatkan sebagai lahan ibadah. Sehingga dapat merasakan manfaatnya lebih dari sekedar melihat keuntungannya saja. Yang kalau di singkat Sampah memiliki arti; SEMOGA ALLAH MELIMPAHKAN PAHALA ATAS HAMBANYA

Bpk. Rahmat Bayangkara
(Pengurus Bank Sampah DKI Jakarta)
Next.. Materi tentang daur ulang sampah disampaikan oleh Bapak Rahmat Bayangkara, selaku dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Dikemukan bahwa landasan hukum pengelolaan sampah terdapat dalam UU No. 18/2008 Tentang pengelolaan sampah. PP No. 81/2012 Tentang pengelolaan sampah RT dan sampah sejenis  RT. PERMEN PU No. 21/PRT/M/2006 tentang kebijakan dan strategi nasional pengembangan sistem pengelolaan persampahan. PERMENDAGRI No. 33/2010 Tentang Pedoman Pengelolaan sampah. PERGUB NO 215/2012 tentang Pengintegrasian dan Optimalisasi Pengelolaan Sampah. Perda 3/2013 tentang Pengelolaan Sampah dan instruksi Gubernur No. 157/2016 tentang pembinaan dan pengembangan bank sampah.

Oleh karena itu pengelolaan sampah secara tepat adalah sbb;
1. Pengurangan sampah lewat sistem 5R yaitu:
  • REDUCE (Pengurangan)
  • REUSE (Penggunaan Kembali)
  • RECYCLE (Mendaur Ulang)
  • REPLACE (Penggantian)
  • REPLANT (Penanaman Kembali)
2. Penanganan Sampah yaitu;
  • Pemilahan
  • Pengumpulan
  • Pengangkutan
  • Pengolahan
Kata bijak yang disampaikan oleh Pak Rahmat Bayangkara adalah...
 “Lebih Baik Hidup dari Sampah Daripada Hidup jadi Sampah”.

Ibu. Martha Simajuntak
(Founder IWITA
Session terskhir, materi tentang pentingnya Strategy Branding, Packaging, Teknik Foto Produk dan Social Media Marketing dalam meningkatkan penjualan yang disampaikan oleh Ibu. Martha Simajuntak. Setelah 17 Tahun mendedikasikan hidupnya dalam dunia IT, Ibu Martha membentuk sebuah wadah yang sekarang dikenal dengan Indonesia Women Information Technology Awareness (IWITA). Sebuah sinergi baru untuk perempuan dalam dunia technology yang berbasis pengetahun digital. Bahasan yang disajikan edisi komplit! Bersinergi dan mengupgrade wawasan tentang pentingnya strategi branding yang komperehensif.

Dalam menciptakan produk, beliau mengungkapkan bahwa kita harus mengetahui dahulu apa itu BRAND? Karena agar dikenal dengan lebih baik di pasaran, setiap usaha membutuhkan branding strategy. Berikut branding strategy versi beliau:
  1. Tujuan
  2. Konsistensi
  3. Emosi
  4. Fleksibilitas
  5. Keterlibatan Karyawan
  6. Loyalitas dan
  7. Kesadaran akan kompetensi
Pentingnya Packaging bagi sebuah produk juga dikemukakan beliau. Memiliki ciri khas juga desain yang menarik konsumen pada packaging tentang sebuah produk yang dipasarkan adalah hal utama. Teknik foto yang pas juga turut menjadi prioritas sebuah produk. Lighting dan angle foto yang baik akan melahirkan sebuah produk bukan hanya dapat menarik minat konsumen, namun menjadi sebuah citra yang positif dari produk tsb.

Selanjutnya mengenai strategi social media marketing, poin-poin pentingnya sbb:
1. Focus pada Satu Social Media
2. Membangun Kredibilitas
3. Focus Pada Target
4. Membangun Relasi di Social Media
5. Memperhitungkan Waktu dan Uang

Terakhir Bu Martha memberikan challenge kepada seluruh peserta yang hadir untuk dapat mempresentasikan sebuah Manfaat atau peluang, tantangan serta harapan kedepan dalam internet dan bisnis. Peserta yang di ikuti oleh 3 kelompok ini adalah momen seru dan menyegarkan. Yang pada akhirnya melahirkan ide dan hal yang menarik dari seluruh kelompok.

Bersama Mahasiswi Malang
Support terima tantangan dari Ibu Martha

Kelompok 1 Peserta Challenge Presentasikan tentang Internet dan Bisnis 
Peserta Pelatihan Daur Ulang Sampah Kota Malang


Semoga bermanfaat... 

4 komentar:

  1. Hai, mbak. Ngomongin sampah emang nggak ada habisnya. Apalagi kalo sama ibu2. He..he.. seneng ya bisa hadir di acara ini. Kapan2 ketemuan lagi yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yess Mbak Sann... Selain nambah wawasan, silaturahim jg terjalin.. berharap bs bersua kembali.. 😍😘

      Hapus
  2. Dengan adanya bank sampah, masyarakat yg kreatif bisa memulai membuat kerajinan dari daur ulang sampah. Yuk ... buat para ibu mulai sekarang pisajkan sampah organik, sampah an organik dan sampah basah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yesss... Mulai kelola sampah dirumah sendiri.. 😊

      Hapus

Makasih buat jejaknya... ^_^

Diberdayakan oleh Blogger.