Khawatir


Kemarin.. 
Diantara angin dan gelap sekitar, deru kendaraan, temaramnya bulan dan kesenangan hati yang menyisakan kekhawatiran. Sekarang-pun sama, menepi sejenak tanpa biasanya adalah berat. Bukan seperti ini yang menjadi keinginan sebenarnya. Tapi cukup menjadi kesenangan dibalik kerinduan yang tertahan. Setidaknya 2x setelah saat ini suara itu melangitkan rasa.

Berulangkali hanya dapat menatap, menahan keingintahuan tentang hari ini seperti tengah melewati jembatan yang kehilangan kekuatannya. Ada beberapa yang mengais perhatian, dan seperti biasa menepisnya adalah ketidakbaikan tentang sikap seharusnya. Ya! Beda dalam suatu hal adalah sebuah haq untuk seseorang. Sambil menggelung kerusuhan hati, sesekali menurutkan sisi putih dalam keabu-abuan keadaan. 

Kerap, menggeser kursi dengan harapan sebagai penghilang rasa kacau yang menjalar seperti tanaman rambat. Mungkin perasan jeruk lemon akan sedikit menenangkan. Bahkan merindui seruputan secangkir kopi hitam pekat dengan aroma nakal. Aahh.. sudahlah, waktu memang menginginkan seperti ini. Ikuti saja maunya, dan biarkan semua berjalan seperti adanya.

Semoga akan selalu baik-baik saja...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Edukasi Fintech dari Cashwagon untuk Warga Purwakarta

Peran IWITA untuk Perempuan Indonesia

Good Smile, Good Life!